Untuk Marketingkayamara dari Martanti Nur dengan inspirasi Deret Tinta Untuk Negeri

Deret Tinta Untuk Negeri


Kisah inpirasi ini disampaikan Martanti Nur khusus untuk Marketingkayamara sahabat Nomor1.
Kumpulan kisah lengkap ada di Kumpulan Inspirasi Martanti Nur



Apakah aku bisa banggakan orangtuaku, banggakan negeriku, banggakan bangsaku, banggakan tanah airku, apapun keadaanku?

Aku ingin menjadi anak yang hidup normal seperti sebayaku. Menapaki setiap detik waktu belajarku di sekolah, bergaul dengan teman seusia, banggakan orangtua, berprestasi di usia muda, bahkan saatnya aku mati kapanpun itu aku juga ingin dikenang. Bukan karena kebodohanku, tapi karena prestasiku. Salahkah aku berkeinginan mewujudkan hal itu?

Tapi mengapa aku dilahirkan dengan keterbatasan? Bagaimana aku bisa mewujudkan keinginanku jika keadaanku seperti ini ya Allah?


Namaku Salsabila Adriyani Fatiha, atau yang kerap disapa Bella. Aku bukan lah anak dari seorang direktur bank ternama di kota, bukan pula seorang anak dari pengusaha garment kaya. Ayahku yang hanya seorang guru bantu di salah satu sekolah dasar dekat rumah, bukanlah suatu pekerjaan yang bisa membantu ekonomi keluarga. Sedangkan ibuku hanya seorang buruh cuci. Usiaku genap 14 tahun saat 2 bulan yang lalu. Kehidupanku sehari hari hanyalah membantu ibu menyelesaikan pekerjaan di rumah, juga menempuh pendidikan di salah satu sekolah menengah pertama luar biasa di kotaku.


SMPLB? Ayah menyekolahkanku di sana karena aku mempunyai keterbatasan, tahukah kamu apa keterbatasanku? Aku salah satu anak indonesia penderita disleksia, jarang memang di Indonesia ada anak yang menderita disleksia. Disleksia adalah kurangnya kemampuan dalam menyerap kalimat, berhitung dan menulis. Sampai saat ini, aku belum juga tau apa gerangan yang menyebabkanku menderita penyakit itu. Tetapi aku pernah mendengar, saat dokter berbincang dengan ayahku, disleksia yang kuderita bukan karena ayah yang terlambat menyekolahkanku, bukan pula karena kemalasanku belajar, tetapi memang karena otakku tak mampu berfikir berat secara cepat.


Di sekolah, aku tak mempunyai banyak teman. Mereka semua kukenali, tetapi tak ada yang mau mendekat kepadaku. Hanya Cessa yang setiap hari bersamaku di sekolah. Ia juga mengidap disleksia sama sepertiku, tetapi ia juga mengidap tumor di lehernya. Mungkin tak bany... click di sini untuk membaca selengkapnya: Deret Tinta Untuk Negeri

-----

Banyak Judul Kisah Lainnya di Kumpulan Inspirasi Martanti Nur :

Di Seberang Padang Rumput Ilalang

I’m is Reporter (Part 1)

Kebahagiaan Ada di Hati

Kau Tetap Sahabatku

2,5 Persen Saja

TIME IS NOW

Kutipan Terkenal dari Bennett Cerf

ALLOW ABUNDANCE

Keajaiban Saat Pesimis

LIFTING LIFE HIGHER






Dipersembahkan khusus oleh Martanti Nur untuk Marketingkayamara

EVERYONE IS NUMBER ONE

Comments

Kayamara Batik